Ohayou minna, hari ini kita akan belajar membuat kalimat dalam bahasa jepang dengan pola kalimat yang sederhana. Pola kalimat ini pernah muncul di pembelajaran kita yang pertama.

Nah, masih ingat dengan pembelajaran pertama kita tentang Jikoshoukai – Belajar Berkenalan dalam Bahasa Jepang? Jika belum membaca atau lupa sebaiknya di baca lagi karena pada media tersebut terdapat kalimat dalam bahasa jepang yang akan kita pelajari hari ini… sebentar aja kok. :)b kalo misalnya males, coba dengarkan kembali media di bawah ini:

 

 

Nah di pembelajaran pertama tersebut terdapat percakapan dasar dalam bahasa Jepang antara Mike Miller, Yamada Ichiro, dan Satou Keiko. Pada kesempatan tersebut Mike dikenalkan dengan Satou oleh Yamada, ciee..ciee Mike dikenalin ma Satou euy..prikitiw :hammers (maaf, bukan konteks perjodohan yang akan kita bahas :D )

Kembali ke pembelajaran, berikut adalah kalimat dalam bahasa Jepang yang digunakan Yamada untuk memperkenalkan Mike pada Satou:

Ini adalah Mike Miller

 kochira wa Maiku Miller desu

こちら は  マイク. ミラー です

Pada kalimat tersebut こちら bertindak sebagai subjek dan マイク. ミラー sebagai keterangan. Namun karena kita belum belajar tentang こちら (kochira) maka saya akan mengganti contoh tersebut dengan kalimat berpola sama di bawah ini: misal, saya ingin mengatakan bahwa seseorang yang bernama Mashiro itu keren. Maka:

Mashiro kerenkalimat dalam bahasa jepang yang benar

Mashiro wa kakkoii desu

ましろ  かっこいい です

partikel waBahasa Jepangnya ‘keren’ adalah ‘Kakkoii’. Lalu kenapa saya gak nulis “Mashiro keren” dalam bahasa Jepang jadi “Mashiro Kakkoii”. Alasannya adalah: ada aturan tertentu dalam membuat kalimat dalam Bahasa Jepang. Berikut adalah alasan sekaligus fungsi dari partikel (は) wa, coba pahami:

“Partikel Wa (は) adalah partikel yang mengikuti Subjek (sesuatu atau seseorang yang menjadi topik pembicaraan) dari suatu kalimat.”

Nah, pada kalimat di atas kata ‘Mashiro’ diikuti oleh partikel Wa. Ini artinya yang  bertindak sebagai subjek dalam kalimat tersebut adalah kata ‘Mashiro’. Dan Kakkoii adalah kata keterangan yang menerangkan keadaaan si subjek atau si Mashiro tadi.

Coba saya ulang sedikit, jika saya ingin mengatakan bahwa Mashiro keren lalu membuat kalimat dalam bahasa Jepang  seperti ini betul tidak?

kalimat dalam bahasa jepang yang belum tepatMashiro keren

Mashiro  kakkoii

ましろ かっこいい

Tentu saja jawabannya adalah salah, karena seperti yang sudah kita pelajari tadi bahwa membuat kalimat dalam bahasa Jepang berbeda dengan bahasa Indonesia, dalam bahasa Jepang suatu subjek akan diikuti oleh partikel Wa (は). Dengan kata lain Subjek tidak langsung bertemu dengan kata keterangan, ada perantara antara Subjek dengan Kata keterangan yaitu Partikel Wa (は).

Nah, jika saya rumuskan di bawah ini pola kalimat yang bisa membantu kita untuk membuat kalimat dalam bahasa Jepang dan melakukan percakapan dasar dalam bahasa Jepang dengan sederhana adalah sebagai berikut:

….(1)….. + Partikel  Wa (は)+…..(2)….. + Desu (です)

:afro: titik-titik no. (1) bisa kamu isi dengan Subjek apapun
:afro: titik-titik no. (2) bisa kamu isi dengan kata keterangan apa saja.

Mengenal Lebih Jauh Akhiran Desu (です)

Apa itu Desu (です)

desuです (ditulis DESU namun dibacanya DES saja, huruf U nya tidak terdengar) adalah suatu kata bantu dalam bahasa Jepang yang biasanya di simpan di belakang kalimat. です sendiri tidak memiliki arti khusus layaknya kata oh, eh, hmm dsb. です tidak memiliki arti namun kehadiran desu ketika membuat kalimat dalam bahasa Jepang atau percakapan menunjukkan kesopanan dari si pembicara dan biasanya menunjukkan situasi yang formal.

Dalam buku grammar bahasa Jepang yang saya baca adanya です dalam suatu kalimat atau percakapan menunjukkan:

  • seseorang atau sesuatu sebanding dengan sesuatu yang lain
  • seseorang atau sesuatu dalam suatu keadaan tertentu
  • seseorang atau sesuatu memiliki kualitas tertentu (bagus, jelek dsb)
  • seseorang atau sesuatu berada dalam suatu tempat atau posisi
  • sesuatu pada suatu waktu

baca ajaAduh…nulis sesuatu sesuatu terus dari tadi… teringat seseorang yang cetar membahana :hammers.

Makna dari です di atas gak usah diambil pusing yah, baca aja…seiring dengan waktu dan makin banyak kalimat dalam bahasa Jepang yang kita buat nanti insyaAllah akan ada petunjuk bagi yang mau belajar :thumbup: amin.

です Menunjukkan Kesopanan dan Situasi Formal

sopan dan situasi formalSeperti yang telah di bahas di atas bahwa jika です di gunakan dalam suatu kalimat, berarti kalimat tersebut adalah bentuk kalimat dalam bahasa Jepang yang sopan (bentuk kalimat yang biasanya digunakan dalam situasi yang formal). Tapi bukan berarti jika です tidak ada, maka kalimat dalam bahasa Jepang yang kita buat tersebut adalah kalimat yang kasar. Untuk lebih mengerti maksud sopan di sini gampang saja, bayangkan kita sedang berbicara dengan orang tua, bentuk kalimat yang kita gunakan berbeda dengan kalimat yang biasa kita gunakan ketika berbicara dengan teman seumuran atau sepergaulan kita bukan? Nah itu maksudnya… :ngakaks

Penerapan Pola Partikel Wa (は) + Desu (です) Untuk Membuat Kalimat dalam Bahasa Jepang

mobil merahSaatnya kita berlatih teman-teman! Coba ubah kalimat-kalimat di bawah ini menjadi kalimat dalam bahasa Jepang!

  1. Azuki cantik
  2. Saya dokter
  3. Mobil merah

Gimana? Bisa? Ingat pola kalimatnya yah…. (cantik = kirei, saya = watashi, dokter = isha, mobil = kuruma , merah = akai). Silahkan dicoba, kunci jawabannya ada di bawah ini:

 

  1. Azuki wa kirei desu. (アズキ は きれい です。)
  2. Watashi wa isha desu. (わたし は いしゃ です。)
  3. Kuruma wa akai desu. (くるま は あかい です。)

Pengembangan Pola Partikel Wa (は) + Dewa Arimasen (ではありません) Untuk Membuat Kalimat Bahasa Jepang Tidak (Pola Kalimat Negatif)

Penggantian Desu dengan Dewa Arimasen dimaksudkan untuk membuat pola kalimat negatif. Dalam bahasa Indonesia kalimat negatif biasanya mengandung kata ‘tidak’ atau ‘bukan’.

Contoh: Saya bukan dokter.
“Karena mengandung kata bukan atau tidak, berarti kalimat ini adalah kalimat negatif. Maka gunakan pola di bawah ini:”

..(1).. + Partikel  Wa (は) +..(2).. +  Dewa Arimasen (ではありません)

:wowcantik titik-titik no. (1) bisa kamu isi dengan Subjek apapun
:wowcantik titik-titik no. (2) bisa kamu isi dengan kata keterangan apa saja.
:wowcantik ingat kalau pola kalimat negatif Desu diganti dengan Dewa Arimasen

Maka jawaban untuk contoh tadi:

Saya bukan dokter.

Watashi wa isha dewa arimasen.

わたし は いしゃ ではありません

byoin:clock: waktunya kita berlatih kembali, coba buat kalimat dalam bahasa Jepang dari kalimat-kalimat di bawah ini: :Peace:

  1. Ini bukan sepeda.
  2. Itu bukan hotel.
  3. Blackberry bukan android

Coba kerjakan soal-soal tersebut! Ingat polanya, coba tuliskan jawabanmu. Kunci jawabannya ada di bawah, namun sebaiknya kamu sudah punya jawaban sendiri sebelum melihatnya oke ;)

Ini adalah hint untuk mengerjakannya: Ini = kore, Itu = sore, Sepeda = Jitensha, Hotel = Hoteru. Ini dan itu adalah kata tunjuk pengganti benda yang menjadi subjek.

 

  1. Kore wa jitensha dewa arimasen. (これ は じてんしゃ ではありません。)
  2. Sore wa hoteru dewa arimasen. (それ は ホテル ではありません。)
  3. Blackberry wa android dewa arimasen. (Blackberry は android ではありません。)
    maaf, saya gak tahu cara nulis blackberry ma android dalam huruf katakana :hammers

Membuat Pola Kalimat Tanya dengan Partikel Wa (は) + Desuka (ですか)

Cara membuat kalimat tanya dengan akhiran ですか (desuka) sangatlah mudah. Langsung ke contoh aja yah…

Ingat yang tadi telah kita pelajari:

Itu kursi.

Sore wa isu desu.

それ は いす です

Bagaimana jika kalimatnya berubah menjadi seperti ini: APAKAH ITU KURSI?

Maka kita gunakan pola kalimat tanya, partikel wa(は) + desuka (ですか):

Apakah itu kursi?

Sore wa isu desuka?

それ は いす ですか

:)b catatan: jika suatu kalimat dalam bahasa Jepang berakhiran -ka (seperti desuka di atas), itu menunjukkan bahwa kalimat tersebut adalah kalimat pertanyaan. Misal : seorang guru berkata pada siswa-siswanya, “wakarimashitaka?” artinya guru tersebut bertanya pada siswa-siswanya, “apa sudah mengerti?” (dan biasanya para siswa serempak menjawab, “beluuuuuumm” :hammers ) :ngakaks .

sepatu biru:coffee: Mari kita berlatih :berbusa: sabar…sabar…berlatih pangkal pandai :siul:

  1. Apakah kamu seorang laki-laki?
  2. Apakah apelnya manis?
  3. Apakah sepatunya biru?

Berikut adalah kotoba (kosakata) yang bisa membantu: kamu = anata, laki-laki = otoko, apel = ringo, manis = amai, sepatu = kutsu, biru = aoi. Seperti biasa, coba siapkan jawabanmu sendiri dan kunci jawaban ada di bawah ini:

 

  1. Anata wa otoko desuka?
  2. Ringo wa amai desuka?
  3. Kutsu wa aoi desuka?

Bagaimana cara menjawab kalimat pertanyaan di atas? Mudah….misal yang nomor satu barusan:

Anata wa otoko desuka?
:metal: jika saya laki-laki (memang saya laki-laki :thumbup: ), maka saya akan menjawab :

Iya, benar

Hai, Soudesu

はい、そうです。

:kisss Jika saya bukan laki-laki (misal, seorang cewek yang tomboy) maka saya akan menjawab:

Tidak, saya bukan laki-laki

Iie, atashi wa otoko dewa arimasen

いいえ、 あたし は おとこ ではありません

:kucing: catatan: atashi = saya (untuk perempuan), hai = bahasa jepangnya ‘iya’, dan iie = bahasa jepangnya ‘tidak’.

Oke, materi Belajar Kalimat dalam Bahasa Jepang dengan Partikel Wa  (は) + Desu (です) kayaknya dah cukup nih (dah banyak ngetik rasanya :hammers :ngakaks ), di rumah juga tetep latih untuk membuat beberapa kalimat dalam bahasa Jepang :Yb, sampai jumpa di pertemuan di belajar bahasa Jepang selanjutnya yah…